Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Monday, March 10, 2014

Negara Ter-Update Di Dunia Adalah Indonesia



    Entahlah, apakah kita harus bangga atau bagaimana menyikapi ini? Seperti yang saya katakan dalam judul diatas, bahwa Indonesia adalah negara konsumtif yang menjadi pusat perhatian diseluruh dunia untuk menjual produk-produk mereka ke Indonesia. Itulah kenapa Indonesia menjadi negara ter-update di  dunia karena apa saja akan laku dijual di Indonesia, yang belum tentu laku di negara produsen itu sendiri atau di negara-negara lain.

     Jangankan electronik atau yang lainnya, sendok saja sampai made in china. Bahkan yang lebih kerennya lagi ada agama baru saja, di Indonesia laku, apalagi motor, handphone, dll.

   Untuk handphone. Diketahui dari survei riset GfK Asia bahwa Indonesia berada di posisi nomor satu sebagai negara paling konsumtif dalam hal pembelian perangkat mobile. Disebutkan dalam riset GfK Asia, pada periode Januari-September 2013 sebanyak 14,8 juta smartphone telah terjual dengan harga pengeluaran US$ 3,33 miliar (Rp 39,1 triliun) di Indonesia.
    Padahal saya pernah bertemu dengan seorang guru, tapi uniknya guru ini dari Australia. singkat cerita saya bertanya pada guru itu,
    Apa yang membedakan pelajar Indonesia dengan pelajar Australia? dan dia menjawab "Perbedaannya hanya satu ya, yaitu teknologinya. Saya lihat banyak pelajar Indonesia yang menggunakan handphone-handphone bagus sepreti Blackberry, Smartphone, dan bahkan mereka tidak punya hanya satu. kadang mereka terlihat membawa 2 hanphone sekaligus. Pelajar di Australia hanya handphone biasa dan itupun satu hanphone"
    Saya terdiam lalu berpikir "Bukankah Australia membantu perekonimian indonesia? Bukankah  Pemerintah Australia mengumumkan peningkatan bantuan pembangunan untuk Indonesia sebesar A$105.2 juta. Bukankah untuk tahun anggaran 2013-14, Pemerintah Australia akan menyediakan sekitar A$646.8 juta (lebih dari Rp. 6,24 trilyun) untuk bantuan pembangunan Indonesia yaitu untuk mengatasi kemiskinan. Lalu? kenepa mereka hanya menggunakan handphone biasa?"
   Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa indonesia adalah negara ter-update di dunia

   Untuk sepeda motor, Seperti realita yang sekarang kita temui didalam masyarakat Indonesia. Hampir semua siswa yang sudah duduk dibangku sekolah menengah atas atau sederajatnya mengendarai sepeda motor saat berangkat sekolah. Bukan hanya sekedar mengendarai, tapi juga memiliki motor walaupun membelinya bukan dari hasil kerja keras mereka sendiri. Tidak hanya anak SMA/sederajat saja,tetapi anak SMP/sederajat pun sudah banyak yang membawa sepeda motor.
   Dan yang lebih kerenya lagi baru saja melihat iklan motor terbaru hari ini, eh sudah ada di jalan raya atau diparkiran sekolah keesokannya. Jadi saya tambah yakin bahwa indonesia adalah negara ter-update di dunia.

Tuesday, May 14, 2013

Alasan Gaji Kecil Di Indonesia

   Alasan gaji di Indenesia kecil dan sulitnya mencari pekerjaan sebenarnya banyak, tapi kali ini saya akan coba untuk meringkasnya dalam 2 faktor saja dan karena memang itu saja penyebabnya.

  1. Lapangan Pekerjaan Sedikit
         Jelas,, untuk faktor diatas itu sudah pasti sangat berpegaruh,
         Setiap tahunnya "Masyarakat yang mencari pekerjaan" semakin bertambah, yaitu para pelajar yang setiap tahunnya lulus, sedangkan lapangan pekerjaan tidak bertambah setiap tahunnya. Dengan ketidak seimbangan itu, banyak pihak perusahaan yang melihat peluang tersebut untuk mencari keuntungan dengan cara menekan gaji pokok, mau tidak mau masyarakat pasti mengambil gaji yang ditawarkan oleh pihak perusahaan
         Bukan hanya menekan gaji pokok, melainkan banyak juga pihak-pihak yang mengharuskan untuk "membayar uang muka" agar dapat masuk kerja. Bukankah itu sudah gila..?
  2. Banyaknya Masyarakat Yang Memeiliki Pemikiran Sama
         Pemikiran yang sama disini itu ialah "bahwa setiap orang itu harus bekerja", dan maksut "bekerja" itu sendiri adalah menjadi budak perusahaan.
         Mungkin hanya sedikit orang yang memiliki pemikiran bahwa kesuksesan itu tidak harus bekerja disalah satu perusahaan besar, atau bahasa kerennya "menjadi budak perusahaan besar" tapi kesuksesan itu juga bisa diraih dengan cara berwiraswasta atau bahasa kerennya menjadi bos, atau mungkin sudah banyak yang tahu tapi malu untuk berdagang atau berwiraswasta dengan alasan bahwa saya sekolah tinggi-tinggi ya harus bekerja (budak perusahaan).
     Selebihnya itu terserah anda menyikapinya, atau ingin menambahkan beberapa faktor lagi juga tidak apa-apa. Tapi menurut saya ya hanya itu alasan kenapa gaji di Indonesia sangat murah,
Karena
kurangnya lapangan pekerjaan dan banyaknya yang berfikir untuk bekerja.

Sunday, November 25, 2012

Banjir di Jakarta


 Hari ini saya hanya ingin bercerita sedikit tentang banjir,
    Yaitu sekitar dua hari yang lalu, dari jam 4 sore sampai lewat isya itu hujan terus mengguyur daerah saya, maaf saya tidak bisa menyebut daerahnya itu (hehehe). Malam itu juga saya merasa lapar dan ingin mencari nasi goreng keluar rumah, ku ambil payung karena hujannya masih "lumayan" untuk membasahi baju.

    Sebelum mencari nasi goreng saya mampir disalah satu warung dan membeli rokok untuk persediaan nanti.
    "Bu..!! Tukang nasi goreng yang dipinggir kali itu jualan  atau tidak bu..?" saya bertanya pada ibu warung sambil mengambil kembalian roko.
    "wah.. disana banjir mas, tapi coba saja kesana" jawab si Ibu.

    Saya pun pergi meninggalkan warung tersebut sambil berfikir, kasian juga orang yang tinggal disana kalau benar-benar terjadi banjir. Kalimat pertama itu lah yang keluar dari otak saya. dan yang pasti saya juga berfikir, apakah masih jualan atau tidak tukang nasi goreng itu. Karena perut saya selalu berdendang ( atau bisa disebut juga lapar ) Hhehe, akhirnya saya putuskan juga untuk kesana.

   
    Byur, byur, byur... Tiba-tiba suara itu terdengar dari depan saya sekitar 4 - 5 meter dari saya, beberapa bocah laki-laki bercanda di genangan air . Saya pun jadi ikut tersenyum, dan terus melanjutkan perjalanan saya untuk mencari tukang nasi goreng , dan ternyata semakin saya menginjakkan kaki ke tempat banjir itu semakin terasa dalam. Karena sudah kepalang tanggung, saya pun tetap melanjutkannya, walaupun calana pendek saya harus basah karena banjirnya sudah sampai melewati satu jengkal dari lutut.

    Lamanya saya menyeret kaki untuk melewati banjir tersebut akhirnya membuahkan hasil, yaitu mendapatkan nasi goreng yang saya inginkan ( kebetulan tukang nasi gorengnya tidak begitu parah banjirnya, hanya semata kaki ), Jadi masih bisa melayani. Hhehe.


    Keesokannya, yaitu di pagi hari saya pergi ketempat itu lagi. Kali ini bukan mencari nasi goreng loh ^_^, tapi saya mencari tukang gorengan untuk teman kopi. Suasana banjir semalam yang saya liat sudah tidak ada lagi, karena memang sudah surut.

    Singkat cerita saya sampai di stan tukang gorengan, di samping tukang gorengan itu ada sepasang suami-istri yang keluar dari rumahnya yang berdampingan dengan stan tukang gorengan tersebut, Sepasang suami istri itu sibuk mengeluarkan barang-barang, yang sepertinya akan di jual ke si orang penampung rongsokan, kerena memang di depan rumah mereka menunggu si orang penampung rongsokan.

    Saya cukup jelas untuk mendengar percakapan mereka, sepertinya barang-barang rongsokan itu bakas terendam banjir. Kipas angin, tv, kasur, dan barang-barang lainnya.

    "Mas.. kasurnya mau tidak..??" saya mendengar si ibu bertanya kepada si orang penampung rongsokan tersebut.
    "Tidak, terima kasih." jawab si orang penampung rongsokan.
    "Kalau tidak mau saya buang ni ?." Lanjut si ibu
    "Iya,,terima kasih, saya sudah punya" si orang penampung rongsokan menolak lagi.

    Yah...Saya pikir memang benar orang penampung rongsokan itu, buat apa kasur itu untuk dirinya. Kalau seperti kipas angin, tv, dll memang akan didaur ulang dan akan dijual kembali, tapi kalau kasur ?

    Byurrrr,, suara itu menghentikan lamunan saya sesaat.
    Lalu sayapun memperhatikan sekeliling saya, untuk mencari tahu apa dan dari mana suara itu.Ternyata kasur yang ditawarkan ke si orang penampung rongsokan itu dibuang ke kali / sungai.

    Kata yang keluar dari mulut saya ketika melihat itu adalah "Apa sih sialan itu?" Bagaimana tidak banjir, kalau orang-orangnya seperti itu, yang selalu membuang sampah ke kali / sungai, bukan pada tempatnya, dan tidak pernah memperhatikan lingkungannya. Yang ada banjir akan selalu membanjiri Jakarta, terutama daerah saya itu.
   
     Begitulah cerita singkat saya tentang banjir, terimakasih sudah membacanya dan salam sehat buat kita semua. :)     
    Nah.. Kalau ada orang yang bertanya bagaimana cara mengatasi banjir ? jawabannya mudah "introspeksi diri".

Monday, November 5, 2012

Mengatasi Macet di Jakarta Dengan Cara Menghapus Sistem Kredit

    Indonesia katanya negara miskin tapi mobil dan motor kok padet sih?  Itulah yang menjadi pemikiran saya. Tapi saya tidak meminta kalian untuk menjawab pertanyaan saya itu sekarang. Karna kita akan menjawabnya sambil membahas judul saya diatas "Cara Mengatasi Macet di Jakarta".
   
     Sebelum kita membahas bagaimana cara mengatasi macet, lebih baik kita coba jabarin penyebab macet itu sendiri.


Beberapa penyebab kemacetan :
  1. Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan.
  2. Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
  3. Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
  4. Ada perbaikan jalan,
  5. Bagian jalan tertentu yang longsor,
  6. Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
  7. Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
  8. Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
  9. Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
  10. Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas
    Semua data di atas saya ambil dari wikipedia. Tapi kalau kita amati dari data di atas, yang sering terjadi atau sering kita jumpai hanya beberapa poin, yaitu ;
  • Poin 1 : Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
  • Poin 7 : Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalanlambat di lajur kanan dsb.
  • Poin 8 : Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
  • Poin 9 : Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
  • Poin 10 : Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas

    Sisanya tidak begitu sering, walaupun tingkat kecelakaan meningkat drastis untuk saat ini, tapi tidak tiap hari kan?? Hhehe... ( guyon sedikit ah jangan serius terus ^_^ )
Nah..!!! Dari beberapa poin diatas kita bisa membagi beberapa cara untuk mengatasi macet yang terjadi di INDONESIA tepatnya di Jakarta.



1. MENGHAPUS SISTEM KREDIT UNTUK KENDARAAN

    Loh kok menghapus sistem kredit sih? Jawabannya mudah, itu dikarenakan jika seseorang ingin memiliki sebuah kendaraan di negara kita tidaklah begitu sulit . Kenapa saya katakatan tidak begitu sulit? Mari kita perhatikan sekarang ini.
   
    Yang pertama adalah untuk kendaraan roda duanya ( Motor ). Untuk mendapatkan sebuah motor seseorang hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 500.000,00 sampai Rp. 1.000.000,00 sudah bisa memiliki sebuah motor, dan yang lebih extrimnya lagi tanpa DP saja seseorang sudah bisa memiliki motor. bukankah itu gila?

   
    Lalu untuk roda empatnya ( Mobil ). Untuk memiki sebuah mobil seseorang hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 10 Jt sampai Rp. 15 Jt' an.

   
    Ini lah yang terjadi pada poin no 1 diatas, yaitu dimana kendaraan lebih banyak dari pada kapsitas jalannya. Dan tidak akan berguna walaupun ditambah kapsitas jalannya atau ditambah pula jalan tolnya. Bukankah itu sudah dilakukan sejak dari dulu, tetapi tetap saja macet terus terjadi.

   
    Jadi sekali lagi saya ingatkan, itu dikarenakan terlalu mudahnya memiliki kendaraan, sehingga jumlah kendaraan begitu tinggi.

   
    Lah...berarti motor dan mobil tidak laku dong kalau kridit dihapus? pasti ada yang bertanya di otaknya seperti itu. Tenang kawan saya akan membahasnya lagi di bawah.



2. MENAIKAN BIAYA IZIN KEPEMILIKAN KENDARAAN

    Seperti yang saya baca di yahoo, yang berjudul " Harga Mobil di Singapura Setara Rumah Di Amerika". Mungkin ada yang belum membacanya, jadi saya akan kutip beberapa kalimatnya.

 "Biaya izin kepemilikan mobil di Singapura telah naik ke tingkat tertinggi dalam 17 tahun. Akibatnya, harga sebuah sedan keluarga di Singapura setara dengan rata-rata harga rumah menengah di kawasan metropolitan Amerika Serikat.

     Situs iklan SGCarMart.com mencatat, dengan biaya izin SIN$ 86,889--setara US$ 67 ribu--harga sedan Passat 2012 keluaran Volkswagen AG mencapai US$ 152 ribu di Singapura. Sementara menurut data National Association of Realtors, Amerika, rata-rata harga rumah di kawasan metropolitan Amerika adalah US$ 158.100.


     Pada April 2012, harga izin kepemilikan mobil di Singapura yang bisa dipakai untuk membeli mobil jenis apa pun mencapai SIN$ 92.010. Rekor tertinggi pernah terjadi pada 1994 dengan biaya SIN$ 110.500.


     Harga izin kepemilikan yang ditentukan dalam lelang ini mencapai SIN$ 86.889 pada lelang 23 Mei lalu. Angka ini sudah melonjak dari SIN$ 8.501 tiga tahun lalu untuk izin kepemilikan mobil selama sepuluh tahun. Lelang berikutnya akan digelar pada Selasa, 5 Juni 2012".


     Tujuannya adalah untuk membatasi kemacetan dan polusi. Mungkin ada yang berkata ini gila, ya saya setuju itu memang gila. Tapi saya setuju juga dengan menaikan biaya izin kepemilikannya, jadi maksut "setuju" saya itu adalah harganya yang terlalu tinggi itu memang gila, tapi kalau menaikan biaya izin kepemilikannya sacara "wajar" saya setuju sekali.
   
     Nah... Untuk prtanyaan yang diatas "Berarti motor dan Mobil tidak laku dong kalau kredit di hapus?". Saya menjawabnya seperti ini saja.

   
     Orang indonesia itu gengsian, begitu gengsinya ada orang lebih memilih beli mobil tapi rumah ngontrak. Lagi pula laku atau tidaknya motor dan mobil hanya berpengaruh kepada perusahaan luar. Ini bukan seperti kita harus menutup perusahaannya, tapi hanya menghapus sistem kereditnya. Negara maju saja banyak yang menggunakan sepeda, kita negara berkembang (julukan indonesia sampai sekarang yang belum berubah) kebanyakan gaya.


3.PEMBENAHAN ANGKUTAN UMUM

    Selama ini masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi daripada angkutan umum disebabkan oleh beberapa faktor seperti, banyaknya angkutan-angkutan umum yang sebenarnya sudah tidak layak dipakai namun masih dipaksa sehingga penumpang merasa tidak nyaman. Faktor keamanan juga merupakan masalah utama. Masyarakat kurang meminati angkutan umum karena keamanan penumpang belum terjamin sepenuhnya. Jika angkutan-angkutan umum di Jakarta dibenahi dan dipelihara dengan baik, pasti masyarakat tidak akan ragu untuk memilih angkutan umum dibanding kendaraan pribadi.


    Nah... Sampai sini kalian pasti bisa menggambarkan maksut kalimat saya diatas kan? "Indonesia negara miskin tapi mobil dan motor kok padet sih?" Hhehe


*semoga menginspirasi*